TINJAUAN TENTANG DAMPAK PEMANFAATAN AIR BERSIH YANG BERSUMBER DARI SUMUR GALI TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA UNAMENDAA KECAMATAN WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA

Posted: Desember 2, 2010 in Uncategorized

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu misi pembangunan kesehatan dalam mewujudkan Visi Indonesia Sehat 2010 adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungan yang sehat termasuk ketersediannya air yang aman, memenuhi syarat kesehatan ( Depkes RI, 2000:7 )
Air merupakan kebutuhan pokok untuk mahkluk hidup khususnya manusia, dimana air adalah kebutuhan sehari-hari bagi manusia. Namun pada dasarnya air yang kita gunakan haruslah benar-benar bersih dari berbagai macam penyebab penyakit. Oleh karena itu air yang digunakan harus terjaga kebersihannya.
Aman menyenangkan adalah kebutuhan dasar dalam penyediaan air bersih sehingga tanpa ini secara praktis tidak mungkin bias mempertahankan kondisi lingkungan yang sehat. Bila tidak akan sulit untuk menjamin kesehatan yang baik. Penyediaan air bersih harus dipergunakan untuk tujuan hygiene perorangan, sanitasi perumahan dan kesehatan masyarakat. Disamping tersedianya gizi yang cukup, sanitasi makanan serta pembuangan kotoran ( Depkes RI, 1995 )
Untuk memenuhi kebutuhan akan air, maka air tersebut harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditentukan oleh pemerintah seperti syarat fisik: air tidak berwarna, tidak berbau, keruh dan tidak berasa, syarat mikrobiologi: bebas dari parasit patogen, syarat kimiawi: air tidak mengandung bahan kimia dalam kadar yang menimbulkan gangguan kesehatan dan syarat radioaktif: air bebas dari pencemaran radioaktif ( Depkes RI, 2000 )
Banyak dijumpai dibeberapa daerah yang kondisi daya dukung lingkungannya sudah menurun, sehingga air yang ada tidak lagi memberikan kenyamanan dan penghidupan terutama kesehatan bagi masyarakat.
Dengan menurunnya daya dukung lingkungan, maka kualitas air yang ada juga ikut turun. Dengan semakin pesatnya pembangunan yang di tandai dengan ledakan penduduk yang tak terkendali, maka eksplorasi air tanah tidak dapat dielekkan sehingga kualitas air tanah menjadi menurun antara lain rembesan air laut hingga puluhan kilometer dari pantai ( Pramudya, 2001 )
Sumur Gali adalah suatu cara mendapatkan air tanah dengan cara menggali dan menaikkan airnya dengan timbah. ( Yuman, 2009 )
Banyak penduduk yang terpaksa memanfaatkan air yang kurang bagus kualitasnya. Tentu saja hal ini akan berakibat kurang baik bagi kesehatan masyarakat. Pada jangka pendek, kualitas yang kurang baik dapat mengakibatkan muntaber, diare, kolera typus atau disentri. Hal ini dapat terjadi pada keadaan sanitasi lingkungan yang kurang baik. ( Yuman, 2009 )
Berdasarkan hasil studi awal di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako terdapat jumlah penduduk sebanyak 921 jiwa dan kepala keluarga sebanyak 263, Keluarga yang menggunakan sumur gali sebanyak 72 KK.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah : Bagaimana Dampak Pemanfaatan Air Bersih Yang Bersumber Dari Sumur Gali di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako.
C. Tujuan Penelitian
a. Tujuan Umum
Untuk mengetahui kualitas air bersih yang dipergunakan oleh masyarakat di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako.
b. Tujuan Khusus
1. Untuk mengidentifikasi kualitas air bersih yang dipergunakan oleh masyarakat di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako.
2. Untuk mengidentifikasi penyakit yang diakibatkan oleh penggunaan air di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako.
D. Manfaat Penelitian
1. Sumber informasi bagi masyarakat di Desa Unamendaa tentang dampak air yang mereka gunakan.
2. Sumber informasi bagi petugas kesehatan khususnya yang membidangi masalah air bersih.
3. Sumber informasi dan pembanding bagi peneliti selanjutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Tentang Air Bersih
1. Pengertian air bersih
Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara, sekitar tiga perempat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4 – 5 hari tanpa minum air. Selain itu air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada disekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transfortasi dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebarkan melalui air, kondisi tersebut tentunya dapat menimbulkan wabah penyakit dimana-mana ( Budiman, 2007 )
Adapun pengertian air menurut Permenkes RI nomor 416/Menkes/IX/1990 tentang persyaratan dan pengawasan kualitas air mengatakan “ air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Sedangkan air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. (Depkes RI, 2000 )
2. Sumber-sumber air bersih
Untuk keperluan sehari-hari air dapat diperoleh dari beberapa sumber :
a. Air hujan
Air hujan merupakan penyulingan awan/air murni yang ketika turun dan melalui udara akan melarutkan benda yang terdapat diudara. Setelah mencapai permukaan bumi air hujan air hujan bukan merupakan air bersih lagi.
b. Air permukaan
Air permukaan merupakan salah satu sumber air yang dapat dipakai untuk bahan baku air bersih. Dalam penyediaan air bersih terutama untuk minum dalam sumbernya perlu diperhatikan tiga segi penting yaitu mutu air baku, banyaknya air baku dan kontinyuitas air baku.
c. Air Tanah
Air tanah adalah sebagian air hujan yang mencapai permukaan bumi akan menyerap ke dalam tanah. Sebelum mencapai lapisan tanah air hujan akan merembes beberapa lapisan tanah sambil berubah sifatnya
Air yang diperuntukkan bagi konsumsi minum harus berasal dari sumber yang bersih dan aman. Batasan-batasan sumber air yang bersih dan aman tersebut anatara lain :
a. Batasan dari kontaminasi kuman atau bibit penyakit
b. Batas dari substansi kimia yang berbahaya dan beracun
c. Tidak berasa dan tidak berbau
d. Dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan domestik dan rumah tangga.
e. Memenuhi standar yang ditentukan oleh Departemen Kesehatan RI (Budiman, 2007 )
3. Sarana-sarana air bersih
Sarana air bersih yang sering digunakan oleh masyarakat bersumber dari :
Sumur gali (SGL), Sumur Pompa Tangan (SPT), penampungan air hujan perlindungan mata air / perpipaan (Ditjen PPM & PLP, 1999)
Sumur merupakan sumber utama persediaan air bersih bagi penduduk di daerah pedesaan maupun perkotaan Indonesia. Secara teknis sumur dapat dibagi menjadi 2 jenis :
a. Sumur Dangkal
Sumur semacam ini memiliki sumber air berasal dari resapan air hujan di atas permukaan bumi terutama di daerah daratan rendah jenis sumur ini banyak terdapat di Indonesia dan mudah sekali terkontaminasi air kotor yang berasal dari mandi, cuci, kakus sehingga persyaratan sanitasinya yang ada perlu sekali diperhatikan.
b. Sumur Dalam
Sumur ini memiliki sumber yang berasal dari proses prefikasi alami air hujan oleh lapisan kulit bumi menjadi air tanah. Sumber airnya tidak terkontaminasi dan memenuhi syarat sanitasi. (Budiman, 2007 )
4. Aspek Kualitas Air
Untuk memenuhi kebutuhan air, maka air tersebut harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416 / Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat kualitas air yang meliputi :
a. Syarat fisik yaitu : air tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak keruh
b. Syarat mikrobiologis yaitu : air bebas dari kuman, parasit patogen
c. Syarat kimiawi yaitu : air tidak mengandung bahan kimia dalam kadar yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
d. Syarat radioaktif yaitu : air bebas dari pencemaran radioaktif dalam kadar yang membahayakan kesehatan. (Depkes RI, 2000)
Parameter kualitas air bersih yang minimal diharapkan diperiksa di Labolatorium adalah :
a. Parameter yang berhubungan dengan kesehatan secara langsung seperti mikrobiologi yang meliputi : E coli, total coli dan kimia an-Organik seperti : Florida, Kromium, Nitrik, Sianida, Silanium, Kadmium, Nitrak.
b. Parameter yang berhubungan secara tidak langsung dengan kesehatan seperti fisika yang meliputi : bau, warna, jumlah zat padat terlarut, kekeruhan air, rasa, suhu dan kimia an-organik seperti : Aluminium, Besi, kesadahan, Klorida, Mangan, PH, Sulfat, Tembaga. (Depkes RI, 1999)
Standar kualitas air diharapkan berdasarkan pertimbangan faktor-faktor :
a. Kesehatan, untuk menghindari dampak merugikan kesehatan manusia.
b. Estetika, untuk memperoleh kondisi yang nyaman.
c. Teknis, kemampuan teknologi dalam pengolahan air atau untuk tujuan menghindarkan kerusakan / gangguan instalasi dan peralatan lainnya.
d. Toksisitas, untuk menghindarkan efek racun bagi manusia.
e. Polusi, untuk mengetahui tidak adanya kontaminasi.
f. Proteksi, untuk melindungi kemungkinan adanya kontaminasi.
g. Ekonomi, untuk menghindari kerugian ekonomi.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan terhadap kualitas air adalah :
a. Secara alami sumber air yang digunakan mengandung bahan kimia dalam jumlah yang berlebihan sehingga memerlukan pengolahan yang lebih sempurna.
b. Kesalahan dalam memilih teknologi pengolahan air, sehingga diperoleh hasil penyimpangan atau tidak memenuhi standar kualitas.
c. Terbatasnya dana yang digunakan untuk mengolah air, setiap pengolahan air memerlukan dana. Semakin berkualitas air yang ingin dicapai, semakin besar pula dana yang dibutuhkan.
d. Air yang telah memenuhi standar kualitas namun mendapatkan pencemaran, baik secara alami maupun akibat aktifitas manusia.
e. Kurangnya pengertian individu atau masyarakat dalam menggunakan fasilitas air bersih. ( A. Syawal, 2006 )
B. Dampak Air Terhadap Kesehatan
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan mahluk hidup khususnya manusia, air selain memberikan manfaat yang menguntungkan bagi manusia juga dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan manusia. Selain itu air tidak memenuhi persyaratan sangat baik sebagai media penularan penyakit. (Depkes RI, 1995)
Sumur Gali adalah suatu cara mendapatkan air tanah dengan cara menggali dan menaikkan airnya dengan timbah. ( Yuman, 2009 )
Banyak penduduk yang terpaksa memanfaatkan air yang kurang bagus kualitasnya. Tentu saja hal ini akan berakibat kurang baik bagi kesehatan masyarakat. Pada jangka pendek, kualitas yang kurang baik dapat mengakibatkan muntaber, diare, kolera typus atau disentri. Hal ini dapat terjadi pada keadaan sanitasi lingkungan yang kurang baik. ( Yuman, 2009 )
Penyakit yang menyerang manusia dapat ditularkan dan menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui air. Penyakit yang ditularkan melalui air disebut sebagai Water borne diasease atau Water related insect vekrar.
Terjadinya suatu penyakit tentunya memerlukan adanya agens dan terkadang vektor. Berikut beberapa contoh penyakit yang ditularkan melalui air berdasarkan tipe agens penyebabnya :
1. Penyakit viral misalnya hepatitis viral, poliomyelitis
2. Penyakit bacterial misalnya kolera, disentri, tipoid, diare
3. Penyakit protozoa misalnya amubiasis, kandiasis
4. Penyakit helmintik misalnya askariasis, whip warm, hydatid diasiase.
5. Leptospiral misalnya weil’s disease.
Beberapa penyakit yang ditularkan melalui air di dalam penularannya terkadang membutuhkan hospes yang biasa disebut sebagai aquatic host. Hospes aquatik tersebut berdasarkan sifat multiplikasinya dalam air terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Water multiplied
Contoh penyakit dari hospes semacam ini adalah skistosomiasis.
2. Not multiplied
Contoh agens penyakit dari hospes semacam ini adalah cacing guinea dan fist tape worm (Vektor cyclop).
Pengaruh parameter menyimpang dari air bersih terhadap kesehatan meliputi :
a. Parameter Fisis
a. Suhu sebaiknya sejuk atau tidak panas agar tidak terjadi pelarutaan zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan.
b. Warna air minum sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetis dan untuk mencegah keracunan dari berbagai zat kimia maupun mikroorganisme.
c. Bau, air minum yang berbau selain tidak estetis juga tidak diterima oleh masyarakat. Bau dapat memberi petunjuk akan kualitas air.
d. Rasa, air minum biasanya tidak memberi rasa / tawar. Air yang tidak tawar dapat menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan. Rasa pahit, asin dan sebagainya.
e. Kekeruhan, air disebabkan masih terdapat banyak zat padat yang tersuspensi, baik yang an-organik maupun yang bersifat organik. Air keruh akan memberi perlindungan pada kuman.
f. Jumlah zat padat terlarut, dapat memberi rasa tidak enak pada lidah, rasa mual yang disebabkan karena natrium sulfat, magnesium sulfat dan dapat menimbulkan cardiac diasiase toxemic pada wanita hamil.
b. Parameter Kimia
a. Air Raksa ( HG )
Air raksa organik dapat merusak susunan syaraf pusat dan anorganik dapat merusak ginjal dan menyebabkan cacat bawaan.
b. Arsen ( As )
Keracunan akut menimbulkan gejala muntaber disertai darah, koma, meninggal. Secara kronis menimbulkan anorexia, kolik, mual, diare, ikterus, pendarahan pada ginjal dan kanker kulit dapat pula berupa iritasi, alergi dan cacat bawaan.
c. Barium (Ba)
Kadar barium berlebihan dapat mengganggu saluran cerna, menimbulkan rasa mual, diare dan gangguan pada sistem syaraf pusat.
d. Besi
Konsentrasi yang lebih besar dari 0,3 mg/I dapat menimbulkan warna kuning, memberikan rasa yang tidak enak pada minuman, pengendapan pada dinding pipa, pertumbuhan bakteri dan kekeruhan.
e. PH (derajat kesamaan)
Air minum sebaiknya netral, tidak asam/basa. PH yang lebih kecil dari 6,5 menimbulkan rasa tidak enak dan dapat menyebabkan karotifitas pada pipa-pipa air dan dapat menyebabkan beberapa bahan kimia berubah menjadi racun yang mengganggu kesehatan. PH yang tinggi dapat mengganggu pencernaan.
c. Parameter Radioaktif
Adapun bentuk radioaktivitas efeknya adalah sama yakni menimbulkan kerusakan pada sel terpapar. Kerusakan dapat berupa kematian, perubahan genetik.
d. Parameter Mikrobiologi
a. Coliform tinja
Air yang mengandung coliform tinja berarti air tersebut telah tercemar tinja. Tinja dari penderita sangat potensial menularkan penyakit yang berhubungan dengan air.
b. Total Coliform
Bila air minum mengandung coliform dapat mengakibatkan penyakit saluran pencernaan. ( Depkes RI, 1995 )

BAB III
KERANGKA KONSEP
A. Dasar Pemikiran
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan mahluk hidup khususnya manusia, air selain memberikan manfaat yang menguntungkan bagi manusia juga dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan manusia. Selain itu air tidak memenuhi persyaratan sangat baik sebagai media penularan penyakit.
Untuk memenuhi kebutuhan air, maka air tersebut harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah :
a. Syarat fisik yaitu : air tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak keruh.
b. Syarat kimiawi yaitu : air tidak mengandung bahan kimia dalam kadar yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan
Penyakit yang menyerang manusia dapat ditularkan dan menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui air. Penyakit yang ditularkan melalui air disebut sebagai water borne disease atau water related insect vekrar.
a. Water borner diasease
Adalah penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum tersebut bila mengandung kuman pathogen terminum untuk manusia maka dapat terjadi penyakit yaitu cholera, thipoid, hepatitis, influenza, disentri, dan gasterainteritis.
b. Water related insect vekrar
Adalah penyakit yang ditularkan melalui vektar yang hidupnya tergantung pasa air misalnya Malaria, Demam Berdarah, Filariasis, Yellow Fever, dan sebagainya.
B. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini yang dijadikan variable adalah sebagai berikut :
1. Variabel Independen yang meliputi :
– Kualitas fisik air
2. Variabel Dependen
– Penyakit yang disebabkan oleh air
Bagan Kerangka Konsep
C. Defenisi Operasional dan Kriteria Objektif
Defenisi Operasional
1. Kualitas Air Bersih
Kualitas air bersih adalah air yang digunakan oleh masyarakat dan telah memenuhi syarat kesehatan. Skala pengukuran untuk kualitas air bersih terhadap kesehatan masyarakat dapat menggunakan skala nominal :
Kriteria Objektif :
– Baik : Bila skor/jumlah jawaban setiap item pertanyaan ≥ 50%
– Tidak baik : Bila skor/jumlah jawaban setiap item pertanyaan < 50 %
2. Penyakit yang disebabkan oleh air
Penyakit yang disebabkan oleh air adalah adanya penyakit-penyakit yang ditemukan di masyarakat akibat penggunaan air yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Skala pengukuran untuk adanya penyakit yang di temukan dan

disebabkan oleh penggunaan air menggunakan skala nominal :
Kriteria Objektif :
– Ada : Bila skor/jumlah jawaban setiap item pertanyaan ≥ 50%
– Tidak ada : Bila skor/jumlah jawaban setiap item pertanyaan < 50 %
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mendapatkan gambaran tentang kualitas air bersih yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Waktu penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Juli sampai dengan 27 Agustus 2009
2. Tempat penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua KK/ Masyarakat di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah KK/ Masyarakat yang menggunakan SGL sebagai sumber air bersih di Desa Unamendaa yang berdomisili di Kecamatan Wundulako dan memenuhi kriteria insklusi sebagai berikut :
a. Bersedia menjadi responden
b. Mempunyai sumur gali sendiri/menumpang
c. Dapat baca tulis huruf latin.
Adapun kriteria eksklusi sampel sebagai berikut :
a. Tidak bersedia menjadi responden
b. Menggunakan sumber air bersih selain dari sumur gali
c. Tidak dapat baca tulis (buta huruf)
D. Prosedur Sampling
Prosedur sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara total sampling yaitu penarikan sampel dengan cara acak dan menentukan sampel antara 5-10 orang di Desa Unamendaa Kecamatan Wundulako yang dianggap memenuhi kriteria inklusi.
E. Pengumpulan dan Pengolahan Data
1. Pengumpulan Data
a. Data primer
Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh para responden.
b. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari sumber-sumber yang berhubungan dengan objek penelitian dan akan dijadikan referensi pelengkap dalam penelitian ini misalnya laporan penggunaan air bersih dari Puskesmas.
2. Pengolahan Data
Pengolahan data pada penelitian ini dimulai dari pemberian kode sampai dengan pembuatan tabel yang disertai narasi dengan bantuan kalkulator.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s